Para pengamat sastra mengatakan bahwa kisah buku ini mempresentasikan perlawanan yang lemah dan tak berdata menghadapu absurditas nasib dan kekuasaan. Dengan imajinasi simbiolik yang sangat kaya disertai panggalian makna-makna filosofis yang sangat dalam, buku ini mampu menghidupkan kembali kisah klasik Ramayana dalam bentuk sebuah karya sastra yang indah namun enak untuk dinikmati.
Dalam kerinduannya untuk memperoleh kebebasan dan kebanaran, Winston mulai menulis buku harian dan menjalin cinta rahasia dengan Julia. Namun harga kebebasan itu sungguh mahal, sebagaimana yang dialami Winston kemudian.
Buat Pembaca, ketika membaca buku ini siapkan diri untuk cerdas berfikir dan mengerti alam pikir Kyai Sujiwo Tejo. Banyak pemahaman yang sangat luas dan cerita-cerita seperti hikayat tapi persis seperti kenyataan rimba Indonesia saat ini
Novel yang akan membuatmu larut mengikuti perjalanan seorang Happy, sambil berharap sebuah akhir bahagia