Di puncak rezmi yang penuh kekerasan, kisah ini bermula dari satu peristiwa: dua orang polisis memerkosa seseorang perempuan gila, dua bocah melihat melalu lubang di jendela. Dan seekor burung memutuskanh untuk tidur panjang. di tengah kehidupan yang keras dan bruntal, si burung tidur merupakan alegori tetang kehidupan yang tenang dan damai, meskipun semua orang berusaha membangunkannya