Tanpa Mehen ketahui, selama ini Safira ternyata menyembunyikan sesuatu yang sangat mengejutkan. Apakah suatu saat Amahen akan mengetahuinya? Atau takdir berpihak sebaliknya?
Buku ini adalah buku ke -7 dari serial aksi Tere Liye. setelah negero para bedebah, negeri di ujung tanduk, pulang, pulang-pergi, dan bedebah di ujung tanduk
seperti malam-malam lain, aku pulang selepas lembur. orang-orang di kantor yang sudah menikah, mereka akan pulang ke keluarganya masing-masing. sementara aku tidak punya siapa-siapa ini, sekarang masih duduk sendirian di parkiran mobil yang sudah lengang. bersama sebotol bir, rokok murah, dan sepotong kue ulang tahunku sendiri yang ku beli di toko manisan dekat kantor.
Lantas, apa begini realitanya, bahwa menjadi dewasa memang tidak semennyenangkan itu?
Pusat segala ilmu pengetahuan dan kemajuan di dunia. Dan di jantungnya, Babel nerdiri Institut Penerjemahan Kerajaan yang bergengsi dan Universitas Oxford, Menara yang mengalirkan kekuasaan ke seantero Impremium.
Rala menjadikan setiap sudut New York "kantornya". Berjalan kaki menyusuri Brooklyn sampai Queens, dia mencari sepenggal cerita di tiap jengkalnya, pada orang-orang yang berpapasan dengannya. sampai akhirnya dia bertemu seorang yang mengajarinya melihat kota ini dengan cara berbeda. orang yang juga menyimpan rahasia yang tak pernah dia duga
Api paling panas menyala saat ayah dan ibu menangis kecewa. Api paling panas padam oleh tangis perjuangan ayah dan ibu. Maka ingatlah selalu rumah
Berlatarkan Ther Melian, dimana cinta, persahabatan, kesetian, pengorbanan, kebohongan semuanya berpadu apik dengan sihir dan misteri. buku ini akan mengajak pembaca untuk sejenak berkelana ke dunia lain dan mengeksplorasi cinta dalam berbagai ragam bentuk
Ayah, ternyata benar ya. Setelah dewasa kita semua harus punya banyak uang. Harus bekerja lebih keras lagi, harus bertarung dengan isi kepala sendiri. Harus menyampingkan banyak keinginan untuk sekedar tetap bertahan hidup sampai bertemu pagi lagi.